Rabu, 29 Juni 2011

Malam Yang Pedih


Masa demi masa ku telusuri.....
Tanpa ku tahu kapan akan berhenti.....
Demi mencari serpih serpih hati yang telah pergi.....
Kadang aku harus terjatuh berulang kali.....

Namun kutetap mencoba tegak berdiri.....
Terus tak henti hentinya menapak jalan tak bertepi.....
Namun tak pernah kumengerti.....
Apa yang sebenarnya tersembunyi di antara sendiri dan sunyi ini.....

Hanya aku dan malamku yang terus kan hantui.....
Bersama pedih dan perihnya luka hati.....
Seiring menusuknya dingin dengan duka yang racuni diri.....
Sampai nanti hanya ada aku dan malamku yang penuh duka ini.....

Hingga aku tak mampu lagi.....
Hingga aku hanya bisa terdiam tak berarti..... 


Oleh : Arvin Badar Syabikin 

...::: ABS :::... 

Sabtu, 25 Juni 2011

I Love U Bunda ku.....


Ya ALLAH...!
Jagalah bundaku dikala penjagaanku tak sampai padanya.
Sayangi bunda dikala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata.
Muliakanlah bunda dikala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja.

Karena.....!!
Engkau yang maha berkuasa.
Engkau punya apa yang tak aku punya....
Dan.....

Karena aku inginkan bunda selalu jadi bundaku di dunia dan kalaupun kelak harus kembali, aku berharap bertemu dengan bunda di SURGA......
AMIIIIN Ya Robb......... :)

::: ::: I Love U bunda......



Oleh : Arvin Badar Syabikin 
To : Bunda ku 


...::: ABS :::...

Rabu, 15 Juni 2011

Mungkin Aku Memang Lemah


Mungkin aku memang lemah,
Mungkin aku tak pernah punyai lelah,
Saat ku terdiam menangisi pergimu,
Terus ku terpaku oleh harapan semu,
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis,

T’lah cukup dalam hati ini kuiris,
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula,
Dengan ia yang mampu merasakannya,
Namun cinta untukmu terus bertahan,

Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan,
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang,
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... 
Dan, apa yang kucintai kini, akan kucintai sampai akhir hidupku..... 
Karena cinta ialah semua yang dapat kucapai..... 
Dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya.....  



Oleh : Arvin Badar Syabikin 

...::: ABS :::... 

Jumat, 03 Juni 2011

Tak Perlu Lagi




Tak perlu mengungkap hati..
Aku sudah terlukai..
Saat semua menjadi tak pasti..
Kau telah bersama yang lain..

Nafas benciku semakin menjadi..
Ternyata kau tak mencintai diri ini..
Aku hanya mainan hati..
Untuk memuaskan cintamu sendiri..

Akhirnya aku pergi..
Tak ingin lihat engkau lagi..
Aku sudah mati ditelan bumi..
Karena hatiku telah tak bernyawa lagi..

Hidupku hampa di malam sunyi..
Hanya detak jam yang berbunyi..
Tak bisa lagi mencintai..
Kaulah pembohong cinta sejati.. 


Oleh : Arvin Badar Syabikin 


...::: ABS :::...

Selasa, 31 Mei 2011

Sakit Hati ku


Mengapa ku terbakar.
Saat kau tersenyum untuk yang lain......?
Mengapa ku terhenyak.
Saat kau duduk di dekatku......? 

Mengapa ku marah.
Saat kau coba raih tanganku......?
Mengapa ku menghindar.
Saat dirimu mendekat......?

Apa yang salah.......?
Apa yang berbeda.......?
Aku tak mengerti.
Mengapa ini terjadi.......?
Aku tak tahu.

Kegalauan apa yang ada di hatiku......?
Cinta kah......?
Atau justru benci......?
Jika cinta, mengapa ku harus menghindarimu......?
Jika benci, mengapa ku merindumu......?

Hati......
Tak ada yang tahu.
Apa sebenarnya yang ia mau......?
Jika pemiliknya pun tak mengerti.
Keterangan apa yang bisa dicari......? 

 Oleh : Arvin Badar Syabikin 

...::: ABS :::...  ※※..... WBL Coy........!!!  08052011.....※※.

Sabtu, 28 Mei 2011

Aku Rindu Kamu



Awalnya ku tak sungguh sungguh menyukaimu.
Kemudian sedikit demi sedikit ku mulai menyayangimu.
Tapi kini kau seperti.
Semakin terasa jauh dariku.

Tak tahu ku kenapa begitu.
Seperti daun yang tertiup angin.
Entah sanggup ku raih entah tidak.
Aku merindukanmu.

Sangat amat merindukanmu.

Aku hanya bisa menuliskannya pada selembar kertas putih yang bersih.
Betapa ku merindukanmu.
Seperti ratusan liter air yang berada di pantai.
Seperti itulah rinduku padamu.


Hari hari ku sepi dan sunyi.
Hanyalah kerinduan yang begitu mendalam kurasakan padamu.
Saat aku hanya sanggup meneteskan air mata.
Saat aku hanya sanggup tuk terdiam dan terkatub.
Aku telah menahan rindu ini kasih.

Bilakah kita bersua.........?? 


Oleh : Arvin Badar Syabikin 


...::: ABS :::...

Selasa, 17 Mei 2011

Rindu ku



Aku tak pernah berlari meninggalkanmu.....
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas.....
Aku masih di sini….  
Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat.....

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati.....
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi.....
Tuk menulis tentang hati…..
Dalam sebentuk puisi.....

Nyatanya.....

Nyatanya aku tak pernah sempat.....
Ragaku selalu saja terlebih dahulu penat.....
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat.....
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi puisi baru kubuat.....

Hingga sekali lagi di pagi ini.....
Kerinduan pada puisi kembali menjadi.....
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi.....
Semoga esok aku bisa segera kembali..... 

Oleh:  Arvin Badar Syabikin 


...::: ABS :::...