Kamis, 19 September 2013

Mengapa Do'a Kita Sepertinya Tidak Dikabulkan...?

Agama kita mengajarkan kita agar senantiasa berdo'a kepada Allah. Allah memiliki segalanya. Setiap sesuatu terjadi atas izin ϑαn kehendak-Nya. Maka kita dianjurkan agar meminta kepada Allah segala sesuatu yg baik, untuk kehidupan kita di dunia ini ϑαn kehidupan kita di akhirat kelak.
Hanya orang² yg sombong yg tidak mau ϑαn malas berdo'a, meminta kepada Allah. Do'a bukanlah bermaksud kita meminta sesuatu ϑαn kemudian duduk memeluk tubuh, tanpa melakukan sesuatu apapun.
Akan tetapi do'a mestilah disertai dengan usaha.
→ Jika kita berdo'a untuk dimasukkan ke dalam Syurga, kita mestilah berusaha dengan amalan² soleh ϑαn menjauhkan diri dari perkara² munkar.
→ Jika kita berdo'a agar Allah melimpahkan rizki kepada kita, kita harus bekerja keras untuk itu.
→ Jika kita berdo'a agar Allah memberi lulus ujian sekolah, maka kita harus belajar sungguh².

Allah SWT mendengar segala permintaan kita. Apa saja yg kita minta pasti akan didengar-Nya. Θαn orang² islam apabila berdo'a, insya Allah akan dikabulkan oleh Allah, apalagi kalau orang itu beriman ϑαn melakukan banyak amal soleh.
Akan tetapi sudah menjadi sunnatullah, bahwa ada do'a yg Allah kabulkan dengan cepat, ada do'a yg Allah tidak kabulkan ϑαn ada do'a yg Allah simpan untuk hari Qiamat nanti atau untuk mengganti kesusahan yg akan mengenai diri kita.

Dalam sebuah hadist riwayat imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah SAW bersabda :

ما من مسلم يدعو الله عز وجل بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث خصال إما أن يعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الأخرى وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها .
Artinya :
“Tidak ada orang muslim yg berdo'a meminta kepada Allah SWT dengan do'a, dimana didalamnya tidak ada dosa ϑαn ia tidak memutuskan tali silaturrahmi, kecuali Allah akan memberinya antara tiga perkara :
→ Pertama :
Allah menangguhkan permintannya untuk yg akan datang,
→ Kedua :
Allah menyimpannya untuk kesempatan lain, ϑαn
→ Ketiga :
Allah mengalihkan darinya kejelekan ϑαn malapetaka yg mirip dengan permintannya”.

Kadang² kita bertanya, mengapa Allah mengkabulkan permintaan orang² kafir sedangkan kita orang² yg beriman, kadang² do'a kita seolah² tidak dikabulkan oleh Allah...?

Ketahuilah bahawa ada dua kemungkinan mengapa Allah mengkabulkan permintaan hambanya.
۞ Pertama :
Karena Dia cinta ϑαn sayang terhadap hamba tersebut. Θαn
۞ Kedua :
Karena Allah murka terhadap orang tersebut.

Sesungguhnya apabila Allah murka terhadap seseorang, ada kalanya Allah akan menambah rezeki seseorang, meningkatkan derajatnya ϑαn mengkabulkan permintaanya. Orang tersebut lalu akan menjadi lebih lalai dari Allah, akan terus tenggelam dengan kenikmatan dunia ϑαn maksiat. Akhirnya Allah akan mencabut nyawanya dalam keadaan dia lalai.
Sehingga dia mati dalam keadaan buruk (su'ul khatimah).
Inilah yg dikatakan ulama sebagai istidraj.

Firman Allah :

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُواْ بِمَا أُوتُواْ أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ .
Artinya :
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yg telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu² kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dgn apa yg telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong², maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”.
(QS. Al-An'am : 44)

Kadang² kita juga bertanya mengapa do'a kita tidak dikabulkan oleh Allah SWT, sedangkan kita banyak mengerjakan ibadah ϑαn taat kepada-Nya.

Ada dua kemungkinan :

⇨ Pertama :
Allah SWT suka mendengar permintaan dari hamba²-Nya.
Apabila Allah suka pada seseorang hamba, maka hamba tersebut diletakkannya dibawah rahmat ϑαn perlindungannya. Allah juga akan menyimpan do'a² hamba tersebut untuk hamba itu di hari dimana tiada guna harta ϑαn anak. Itulah hari kiamat.
Apabila tiada sesuatu yg dapat menyelamatkan hamba tersebut dari api neraka, maka ketika itu Allah akan menunjukkan kepada hamba tersebut segala do'a² nya ϑαn ketika itu do'a² tersebut akan dapat menyelamatkannya dari api neraka.

Dalam riwayat Aisyah r.a. berkata :

ما من عبد مؤمن يدعو الله بدعوة فتذهب حتى تعجل له في الدنيا أو تؤخر له في الآخرة إذا لم يعجل أو يقنط قال عروة قلت يا أماه كيف عجلته وقنوطه ؟ قالت يقول سألت فلم أعط ودعوت فلم أجب .
Artinya :
“Tidak ada seorang muslim yg berdo'a kepada Allah meminta sesuatu kemudian tidak muncul, kecuali Allah menangguhkannya untuk kesempatan lain di dunia, atau Allah menangguhkannya hingga hari qiamat nanti, kecuali ia tergesa² ϑαn putus asa”.

Lalu Urwah bertanya : “Wahai Ummul Mukminin, bagaimana ia tergesa² ϑαn putus asa...?”.

Aisyah menjawab : “Misalnya ia berdo'a, lalu berkata aku sudah berdo'a, †αªρ¡ tidak diberi, atau aku telah berdo'a, †αªρ¡ tidak dikabulkan”.
Dalam riwayat Aisyah r.a. berkata :

ما من عبد مؤمن يدعو الله بدعوة فتذهب حتى تعجل له في الدنيا أو تؤخر له في الآخرة إذا لم يعجل أو يقنط قال عروة قلت يا أماه كيف عجلته وقنوطه ؟ قالت يقول سألت فلم أعط ودعوت فلم أجب

“Tidak ada seorang muslim yg berdo'a kepada Allah meminta sesuatu kemudian tidak muncul, kecuali Allah menangguhkannya untuk kesempatan lain di dunia, atau Allah menangguhkannya hingga hari qiamat nanti, kecuali ia tergesa² ϑαn putus asa”.

Lalu Urwah bertanya : “Wahai Ummul Mukminin, bagaimana ia tergesa² ϑαn putus asa...?”.
Aisyah menjawab : “Misalnya ia berdo'a, lalu berkata aku sudah berdo'a, †αªρ¡ tidak diberi, atau aku telah berdo'a, †αªρ¡ tidak dikabulkan”.

Begitulah, betapa cinta ϑαn kasih sayang Allah terhadap kita. Bukan karena Allah tidak mau memberi permintaan kita, †αªρ¡ Allah akan menyimpankannya untuk kita di hari Kiamat kelak.
Itulah do'a² orang² solihin, orang² yg taat kepada Allah SWT.

⇨ Kedua, do'a tersebut tidak dikabulkan oleh Allah karena suatu sebab yg ada dalam diri kita.
Misalnya kita meminta sesuatu kepada Allah, †αªρ¡ kita tidak patuh perintah-Nya. Kita ingin Allah memberi sesuatu kepada kita, †αªρ¡ sangat tidak seimbang dengan apa yg kita telah lakukan untuk Allah, untuk Islam, untuk Rasulullah SAW.

-. Sanggupkan kita lakukan seperti Bilal...? Yg menahan siksaan kerana keimannya kpd Allah...?
-. Sanggupkah kita lakukan seperti Saidina Abu Bakar As-Siddiq...? Yg menafkahkan seluruh hartanya untuk Islam...?
-. Sanggupkah kita lakukan seperti Imam Nawawi...? Yg mengorbankan siang ϑαn malamnya, yg mengorbankan kelazatan hidup di dunia ini, untuk menegakkan ilmu agama Islam...?

Tidakkan kita malu, meminta dari Tuhan, †αªρ¡ tidak patuh perintahnya...!

Memintalah kepada Allah. Berdo'alah kepada Allah. Tetapi dalam waktu yg sama kita juga berusaha bersungguh² untuk memenuhi perintah²-Nya ϑαn menjauhi segala larangan-Nya.

Ibrahim bin Adham, seorang wali Allah pernah berkata :
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hak² Allah. Kamu kenal Allah, †αªρ¡ tidak memenuhi hak²-Nya yaitu untuk disembah.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan isi Al-Qur'an. Kamu senantiasa membaca Al-Qur'an, †αªρ¡ tidak kamu amalkan isi²nya.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan sunnah Rasulullah. Kamu selalu bilang cinta kepada Rasulullah, †αªρ¡ kamu meninggalkan sunnahnya.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu patuh kpd syaitan. Kamu mengakui bahwa syetan itu musuh kamu, †αªρ¡ kamu patuhi dia.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu mencampakkan diri kamu ke jurang kebinasaan. Kamu selalu berdo'a supaya terhindar dari api neraka, †αªρ¡ kamu lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, kamu ingin memasuki Syurga, †αªρ¡ kamu tidak melakukan amal soleh.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu sadar kamu akan mati, †αªρ¡ kamu tidak bersiap² untuk menghadapinya.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu melihat cacat ϑαn kekurangan orang lain, †αªρ¡ cacat ϑαn kekurangan dirimu kamu tidak pernah melihatnya.
Kamu sibuk memikirkan kesalahan ϑαn keburukan orang lain, sedangkan keburukan ϑαn kesalahan dirimu sendiri tidak pernah kamu hiraukan.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu merasakan kenikmatan yg diberikan Allah, †αªρ¡ kamu tidak bersyukur, bersyukur dgn mematuhi segala perintah Allah.
→ Bagaimanakah do'a kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu menguburkan jenazah orang lain, †αªρ¡ tidak menginsafi diri kamu sendiri bahwa kelak kamu juga akan dikuburkan.

Marilah kita menjadi orang² yg sentiasa melakukan perintah Allah.
Marilah kita berazam tidak mau mengulangi segala perbuatan buruk kita.

Insya Allah, segala do'a kita akan diterima oleh Allah SWT.

Firman Allah SWT :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ .
Artinya:
“Dan apabila hamba²-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yg berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mrk itu memenuhi (segala perintah-Ku) ϑαn hendaklah mrk beriman kepada-Ku, agar mrk sllu berada dlm kebenaran”.
(QS. Al-Baqarah : 186).


Oleh :  Arvin Badar Syabikin
http://www.facebook.com/arvin.badar
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Dahsyatnya Rasa Sakit, Saat Sakaratul Maut

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut. 

Sabda Rasulullah SAW :
“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)“. 


Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari). Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW.

Ka’b al-Ahbar berpendapat :
“Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”. 

Imam Ghozali berpendapat :
“Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat saraf, sendi, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”. 


Imam Ghozali juga mengambil satu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT, agar DIA menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka dapat mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang lelaki yang muncul dari salah satu kubur.

“Wahai manusia !”, kata lelaki tersebut.
“Apa yang kalian kehendaki dariku? Lima puluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.” 


Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan, seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi. Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak.
Demikianlah rencana Allah. 
Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. 
Allah SWT pun memperlihatkan gambaran rupa Malaikatul Maut sebagai seorang

Pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api. 



Ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sedarkan diri. Setelah sadar, Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahawa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita.
Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata) :

“Keluarkanlah nyawamu”.
Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93). 


(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata) ;

“Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab) :
“Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29). 


Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal.Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata :

“Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! .“  


Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu. Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.

Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”. 


Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka :

“Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”.
Na'udzu bila min dzalik!. 


Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa :
Orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum. 


Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa :

“Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu..?
”Mereka menjawab : “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. 


Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki.

Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka) :

“Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.(QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32). 


Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikat pun akan menunjukkan syurga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya :

“Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.
Wallahu a’lam bish-shawab.

**********************
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.Allahumma Amin..

*************************

Minggu, 08 September 2013

“ Al-Fatihah ”

QS. Al-Fâtihah | The Opening | الفاتحة [Pembukaan] •
Surat Ke 1 : [7 Ayat]. ⇨ Type Surat [Madaniyyah]. 


بِسْــــــــمِ ٱللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْــمِ (١) 
Arti : 
1. Dengan menyebut nama Allah Yg Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 
Tafsir : 
1. (Dengan nama Allah Yg Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)
Arti : 
2. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. 
Tafsir : 
2. (Segala puji bagi Allah) Lafal ayat ini merupakan kalimat berita, dimaksud sebagai ungkapan pujian kepada Allah berikut pengertian yg terkandung di dalamnya, yaitu bahwa Allah Taala adalah yg memiliki semua pujian yg diungkapkan oleh semua hamba-Nya. Atau makna yg dimaksud ialah bahwa Allah Taala itu adalah Zat yg harus mereka puji. Lafal Allah merupakan nama bagi Zat yg berhak untuk disembah. (Tuhan semesta alam) artinya Allah adalah yg memiliki pujian semua makhluk-Nya, yaitu terdiri dari manusia, jin, malaikat, hewan² melata ϑαn lain² nya. Masing² mereka disebut alam. Oleh karenanya ada alam manusia, alam jin ϑαn lain sebagainya. Lafal “Al-'Aalamiin” merupakan bentuk jamak dari lafal “'Aalam”, yaitu dengan memakai huruf Ya ϑαn huruf Nun untuk menekankan makhluk berakal/berilmu atas yg lainnya. Kata 'Aalam berasal dari kata 'Alaamah (tanda) mengingat ia adalah tanda bagi adanya yg menciptakannya. 

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (٣) 
Arti : 
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 
Tafsir : 
3. (Yg Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) yaitu yg mempunyai rahmat. Rahmat ialah menghendaki kebaikan bagi orang yg menerimanya. 

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤) 
Arti : 
4. Yg menguasai hari pembalasan. 
Tafsir : 
4. (Yg menguasai hari pembalasan) di hari kiamat kelak. Lafal “Yaumuddiin” disebutkan secara khusus, karena di hari itu tiada seorang pun yg mempunyai kekuasaan, kecuali hanya Allah Taala semata, sesuai dengan firman Allah Taala yg menyatakan, “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini (hari kiamat)...? Kepunyaan Allah Yg Maha Esa lagi Maha Mengalahkan”. 
(Q.S. Al-Mukmin 16). 
Bagi orang yg membacanya “Maaliki” maknanya menjadi “Dia Yg memiliki semua perkara di hari kiamat”. Atau Dia adalah Zat yg memiliki sifat ini secara kekal, perihalnya sama dengan sifat² -Nya yg lain, yaitu seperti “ghaafiruz dzanbi” (Yg mengampuni dosa²). Dengan demikian maka lafal “Maaliki Yaumiddiin” ini sah menjadi sifat bagi Allah, karena sudah ma'rifah (dikenal). 

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥) 
Arti : 
5. Hanya Engkaulah yg kami sembah ϑαn hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. 
Tafsir : 
5. (Hanya Engkaulah yg kami sembah ϑαn hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan) Artinya kami beribadah hanya kepada-Mu, seperti mengesakan ϑαn lain² nya, ϑαn kami memohon pertolongan hanya kepada-Mu dalam menghadapi semua hamba-Mu ϑαn lain² nya. 

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦) 
Arti : 
6. Tunjukilah kami jalan yg lurus. 
Tafsir : 
6. (Tunjukilah kami ke jalan yg lurus) Artinya bimbinglah kami ke jalan yg lurus, kemudian dijelaskan pada ayat berikutnya, yaitu : 

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (٧) 
Arti : 
7. (yaitu) jalan orang² yg telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yg dimurkai ϑαn bukan (pula jalan) mereka yg sesat. 
Tafsir : 
7. (Jalan orang² yg telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka), yaitu melalui petunjuk ϑαn hidayah-Mu. Kemudian diperjelas lagi maknanya oleh ayat berikut : 
(Bukan (jalan) mereka yg dimurkai) Yg dimaksud adalah orang² Yahudi. (Θαn bukan pula) ϑαn selain (mereka yg sesat.) Yg dimaksud adalah orang² Kristen. Faedah adanya penjelasan tersebut tadi mempunyai pengertian bahwa orang² yg mendapat hidayah itu bukanlah orang² Yahudi ϑαn bukan pula orang² Kristen. Hanya Allah lah Yg Maha Mengetahui ϑαn hanya kepada-Nya lah dikembalikan segala sesuatu. Semoga selawat ϑαn salam-Nya dicurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. beserta keluarga ϑαn para sahabatnya, selawat ϑαn salam yg banyak untuk selamanya. Cukuplah bagi kita Allah sebagai penolong ϑαn Dialah sebaik² penolong. Tiada daya ϑαn tiada kekuatan melainkan hanya berkat pertolongan Allah Yg Maha Tinggi lagi Maha Besar.


Oleh :  Arvin Badar Syabikin
http://www.facebook.com/arvin.badar
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...