Selasa, 17 Juli 2012

Jangan Benci Aku Mama ( Tangisan Rindu )


Dua puluh tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak laki-laki ϑαn suamiku memberi nama ia TRISTAN.
Aku ϑαn suamiku begitu bahagia namun ternyata anakku mengalami keterbelakangan mental. Melihat keadaan anakku, aku berniat memberikannya kepada orang lain atau dititipkan dipanti asuhan agar tidak membuat malu keluarga kelak.
Namun suamiku mencegah niat buruk itu. Akhirnya dengan terpaksa aku besarkan juga TRISTAN, anakku.

Ditahun kedua setelah TRISTAN dilahirkan, aku dikaruniai seorang anak perempuan cantik yang mungil, ku beri nama ANGEL. Aku sangat menyayangi ANGEL, demikian juga suamiku. Sering kali kami mengajaknya pergi ketaman hiburan, ϑαn membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikiannya dengan TRISTAN. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut.
Suamiku sebenarnya sudah berkali-kali berniat membelikan baju baru untuk TRISTAN, namun aku melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga.
Entah kenapa aku begitu benci melihat TRISTAN, hingga tak sedikitpun aku merasa peduli denganya.

Saat usia ANGEL 2 tahun, suamiku meninggal dunia. TRISTAN ketika itu berusia 4 tahun.
Keluarga kami menjadi semakin miskin, dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya aku mengambil keputusan yang membuatku menyesal seumur hidup.

Aku pergi meninggalkan kampung halamanku bersama ANGEL, ϑαn meninggalkan TRISTAN yang sedang tertidur lelap, kala itu.
Setelah meninggalkan kampung halaman, aku memilih tinggal disebuah rumah kecil, sisa menjual tanah untuk membayar utang aku ϑαn suamiku dulu.

...::: 10 tahun berlalu sejak kejadian itu.
Kini aku telah menikah kembali dengan seorang pria dewasa yang mapan bernama BENI. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima.
Berkat suamiku, aku mampu menghilangkan sifat sifat burukku yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah menjadi lebih sabar ϑαn penyayang.

ANGEL kini telah berumur 12 tahun ϑαn ia kami sekolahkan disebuah sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang TRISTAN, ϑαn tiada lagi yang mengingatkannya.

Sampai suatu malam, aku bermimpi tentang seorang anak.
Wajahnya tampan, namun tampak pucat sekali. Ia melihat kearahku, sambil tersenyum ia berkata :
“Tante... Tante... Kenal mama saya...? Saya rindu sekali dengan Mama...” .

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun aku menahannya,
“Tunggu, sepertinya aku mengenalmu. Siapa namamu anak manis...?”.
“Nama saya TRISTAN, Tante..!” .

“TRISTAN..?! TRISTAN. Ya Tuhan..! Kamu benar-benar TRISTAN..?”.

Aku langsung tersentak terbangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpaku saat itu juga.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dahulu, seperti sebuah film yang diputar dikepala. Baru sekarang aku menyadari betapa jahatnya perbuatanku.

Rasanya seperti ingin mati saat mengingat itu. Rasa bersalah mengahantui jiwa hingga tinggal seinci jarak pisau akan aku goreskan kepergelangan tangan, bayang TRISTAN kembali terlintas dan berkata :
“Mama... Jemput TRISTAN yah Ma... TRISTAN Rindu Mama...” .

Aku tersadar dalam derai jiwa sesalku.
“Tunggu Mama Nak, Mama akan menjemput TRISTAN, Maafkan Mama Nak..”, ucap jiwa sesal ketika itu.

Sore itu juga aku memarkir mobil biruku disamping sebuah gubuk, bersama suamiku yang masih merasa heran dengan sikapku.
Suamiku berkata :
“Maryam, apa yang sebenarnya terjadi..?”.

Sambil menangis terisak-isak aku berkata :
“Suamiku, engkau pasti akan sangat membenciku setelah aku ceritakan hal yang telah ku lakukan dulu”.

Tuhan begitu baik kepadaku memberikan aku suamiku begitu baik ϑαn pengertian.
Setelah tangisku reda, akupun keluar dari mobil diikuti oleh suamiku dari belakang.
Mataku menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dihadapku. Betapa ku ingat, gubuk ini pernah aku tempati beberapa tahun lamanya, ϑαn TRISTAN...! TRISTAN...!.

Aku meninggalkan TRISTAN disana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih akupun berlari menghampiri gubuk tersebut ϑαn membuka pintu yang terbuat dari bambu itu.

Gelap sekali...
Tidak terlihat sesuatu apapun.
Perlahan mataku mulai terbiasa dengan kegelapan ruangan kecil itu.

Namun aku tidak menemukan siapapun juga didalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak dilantai tanah.
Ku amati kain itu.
"Mataku mulai berkaca-kaca".
Aku mengenali betul potongan kain tersebut, itu bekas baju butut yang dulu dikenakan TRISTAN sehari-hari.

Aku bertanya dalam Hati,
“Dimana engkau Nak..? Mama disini, maafkan Mama, Mama ingin menjemputmu Anakku..”.

Dari luar terdengar suara langkah kaki. Aku bergegas mengejar langkah itu. Namun ia bukanlah TRISTAN, ternyata ia adalah seorang wanita tua :
“Heii...!! Siapa kamu..? Mau apa kamu kemari.?”, Tanya Wanita tua itu.

Dengan memberanikan diri aku bertanya kepada nya :
“Ibu.. Apakah ibu kenal dengan seorang anak yang bernama TRISTAN yang dulu tinggal disini..?”.

Tiba-tiba ia menjawab :
“Kalau engkau Ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk..!
Tahukan kamu 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya disini, TRISTAN tiada henti menangis ϑαn memanggil namamu",
“Mama... Mama... Maaa Maa” .

Karena tidak tega saya memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya.
Saya orang miskin ϑαn hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu.
Tiga bulan yang lalu TRISTAN meninggal, ia meninggalkan secarik kertas ini.
Ia belajar menulis selama bertahun-tahun untuk menulis, ini untukmu...! Kata Wanita tua itu sambil menyodorkan secarik kertas itu.

Akupun membaca isi dari tulisan itu :
“Mama... mengapa Mama tidak kembali lagi...? Mama benci yah sama TRISTAN...? Ma... biarlah TRISTAN yang pergi saja, †αªρ¡ Mama harus berjanji kalau Mama tidak akan benci lagi sama TRISTAN. Ma... TRISTAN begitu rindu Mama... TRISTAN begitu sayang Mama...” .

Note :
Bayi tanpa nama, edit nama "TRISTAN".
By : #AB_Story® :::...


...::: (17 Juli 2012) :::... 

Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Kamis, 05 Juli 2012

Kapan Lagi

Kapan lagi aku bernyanyi.
Alunkan lagu kasih lewat syairku ini padamu.
Aku rindu petikan gitar melody kasih.

Dengarlah sepucuk rinduku dari jauh. 
Ku nyanyikan untukmu. 
Ku selip kelopak mawar menyambut harum rinduku padamu.

Dalam tempurung, kuciptakan bait tersedu.
Bebarengan derai air mata.
Dari sudut kebekuan cintaku padamu.
Aku rindu akan senyum ϑαn manjamu.

Kasih, dengarlah alun melody hati.
Ku dendangkan sajak asmara sejati.
Dari iringan suara melody.
Mengajak aku hanyut kan mimpi semalam. 
 

...::: (5 Juli 2012) :::... 

Oleh :  Arvin Badar Syabikin  
http://www.facebook.com/arvin.badar 

By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Rabu, 20 Juni 2012

“Aku Lelah”. Part-IV

Tak pernah aku pinta takdir hidup seperti ini, †αªρ¡ Tuhan maha tau.
Tak pernah aku harap ada tangis ϑαn derita, †αªρ¡ itulah kenyataannya.
Tak pernah aku maksud untuk melukai hati orang disekeliling ku, †αªρ¡ semua itu sudah kehendak-Nya.

Lalu siapa yang harus aku salahkan...!?
Tuhan...!?
Takdir...!?
Keadaan...!? Atau
Diriku sendiri...!?

Percuma aku cari jawabannya, karena semua itu akan selamanya jadi misteri dalam hidupku.
Aku hanya bisa mencoba untuk ikhlas menjalani hidup yang tak beruntung.
Alhamdulillah aku masih dalam keadaan muslim, karena itu adalah sebaik-baiknya keyakinan. 


اِ نْشَآ ءَ اللّهُ
Insyaallah.......!! ®.



...::: (20 Juni 2012) :::... 


Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Minggu, 17 Juni 2012

“Aku Lelah”. Part-III

Kamu memank INDAH, †αªρ¡ itu kemarin.
Kamu memank OK, †αªρ¡ itu pun kemarin.
Kamu memank MENAWAN, †αªρ¡ itu juga kemarin.

So.....!!
Kemarin ya kemarin ϑαn sekarang ya lain lagi.

Kamu bisa senyum, kenapa aku harus menangis..!?
Kamu bisa menangis, kenapa aku harus ikuti tangisanmu..!?
Kamu bisa menjauh, kenapa aku harus mendekat..!?
Kamu bisa berubah, kenapa aku gak..!?

Aku mendekati bukan untuk di jauhi.
Aku mencintai bukan untuk di sakiti.
Aku merindukan kemesraan.
Aku merindukan kasih sayank.
Dan akupun menginginkan kehangatan.

Aku bukan robot.
Aku manusia yang punya hati ϑαn perasaan.
Dan aku pun bisa lelah.



...::: (17 Juni 2012) :::... 

Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Jumat, 15 Juni 2012

“Aku Lelah”. Part-II

Saat ini mungkin kamu gak tau gimana besarnya cintaku ke kamu cynk. 
Dan aku gak akan pernah maksain kamu untuk tau seberapa besar rasaku padamu, †αªρ¡ suatu saat kamu akan tau itu, setelah nanti aku bener-bener menghilang dari kehidupanmu.

Aku sadar akan keterbatasanku, aku pun sadar betul akan kelemahanku.
Aku gak bisa menjanjikan kemewahan dalam cinta kasih, †αªρ¡ aku bisa menjanjikan ketulusan hatiku.

Maafin aku cynk, kalau aku belum mampu membuatmu tersenyum.

Sampai kapanpun, kamu akan tetap di sini, di hati ini.
Aku gak akan pergi, sampai kamu bener-bener sudah tidak menginginkan akan kehadiranku lagi.

Aku menyayangimu dengan tulus. 
 


...::: (15 Juni 2012) :::... 
Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Senin, 11 Juni 2012

“Aku Lelah”. Part-I

Sedikit rasa akan kutuangkan.
Untuk terakhir kalinya.
Apa yang kuingin semoga kau mengerti...

Telah ku indahkan harimu dengan kesempurnaanku.
Ku korbankan waktuku buatmu bahagia.
Mengertilah aku lelah…

Berikan sedikit waktu untukku.
Istirahatkan hati untukmu kembali.
Karena aku ada untukmu...

Jangan kau korbankan ragaku.
Mengertilah aku lelah… 
 
 

...::: (11 Juni 2012) :::... 

Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Senin, 30 April 2012

Mengenal ϑαn Mendekatimu, #Kucing_BP® :::...

Mengenalmu terasa begitu indah ϑαn berharap jadi tuk selamanya. Karena aku gak cuma ingin mengenal, †αªρ¡ pingin lebih dari itu. 

::: Kamis. 23 Feb 2012 - 20:20 WIB.
Sempat stop sebentar, ϑαn lanjut.
::: Selasa. 24 April 2012 - 19:40 WIB.

-. Ketemu :
Sabtu. 28 April 2012 - 11:15 WIB.
-. Pulang :
Minggu. 29 April 2012 - 05:45 WIB.

::: 3X (...?...) sudahlah cukup bagiku menunjukkan rasa. Semoga,kau jadi yang terindah.

Amin......


...::: (30 April 2012) :::... 


Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::... 
 
#Kucing_BP® :::... .