Minggu, 07 April 2013

Silakan ϑαn Lanjutkan

Kamu boleh pergi sekarang, silakan.
Aku gak akan memaksamu untuk tetap tinggal.
Lebih baik sekarang, daripada nanti.

Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Minggu, 02 Desember 2012

Aku Masih Di Sini

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu... 
Melangkah menjauhimu pun tak pernah terlintas...

Aku masih disini…
Aku masih ada…

Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat...!!

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati...
Besok mungkin, dapat aku luangkan waktu lagi...


Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Jumat, 21 September 2012

Karena Aku Manusia


Karena aku manusia, makanya aku bisa mencintaimu.
Karena aku manusia, makanya aku bisa menyayangimu.
Dan karena aku manusia pula, makanya aku bisa keduanya tanpa harus selalu mikirin nafsu ϑαn sex.

Namun...
Karena aku manusia, makanya aku tak mampu mengendalikan ketika aku haus akan kasih sayang.
Karena aku manusia pula, makanya tak jarang aku tergelincir akan semuanya.

Karena aku manusia, makanya aku mampu membedakan antara nafsu ϑαn cinta kasih yang tulus.

B'coz I'm not animal.

Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Jumat, 14 September 2012

Jungkir Balik, Banting Tulang (Kerja Keras)


Awal Perjuangan ... ...

...::: Tanggal 29 Agustus 2012.
Awal berjuank membantu popeye dalam pencarian olive.

...::: Tanggal 31 Agustus 2012.
Posisi sudah di lapangan tempur.

...::: Tanggal 01 September 2012.
Siap untuk bertempur, karena sudah berpakaian lengkap dengan perlengkapan tempur, ☺☺ .

Semoga semua ini awal dari kesuksesan dalam mencari dunia ϑαn akhiratku.

Gak lupa untuk selalu berdo'a :

"Ya Tuhan, janganlah Engkau siksa kami karena lupa atau bersalah.
Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.
Beri maaflah kami, ampunilah kami, ϑαn rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir."

(QS. Al-Baqarah : 286). 

Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Kamis, 02 Agustus 2012

Perlu Perpanjangan Waktu


Aku berusaha menghindar dari pandangan yang menyilaukan.
Bukan karena aku tak mampu untuk menatap ϑαn menantang rintangan, †αªρ¡ hanya menghindar dari sesuatu yang menyakitkan.
Meski jujur, aku rindukan panorama indah nya, †αªρ¡ semua itu tidak akan pernah mugkin terjadi.

Aku merindukan "Bayangan".
Aku mencintai "Hayalan".
Aku mengagumi "Kehampaan".

Makin aku coba keluar dari kungkungan, makin aku terbuai akan "Rayuan Semu" yang kian membelengguku ϑαn mungkin akan membunuhku.
Aku sadar ϑαn aku tidak mungkin memiliki cinta itu, karena itu "Cinta Terlarang", bahkan "Cinta Haram".

Aku ingin bisa lepas dari rasa ini, rasa yang kian membelengguhku.
Lebih dari 1 tahun (15 Juni 2011) aku berusaha "Membenci", bahkan aku coba untuk "Membunuh" diriku akan rasa ini, †αªρ¡ masih juga aku "Gagal" di dalamnya.

Bagaimana agar aku bisa "Membenci".

Apa aku perlu perpanjangan waktu...!?

Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Selasa, 17 Juli 2012

Jangan Benci Aku Mama ( Tangisan Rindu )


Dua puluh tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak laki-laki ϑαn suamiku memberi nama ia TRISTAN.
Aku ϑαn suamiku begitu bahagia namun ternyata anakku mengalami keterbelakangan mental. Melihat keadaan anakku, aku berniat memberikannya kepada orang lain atau dititipkan dipanti asuhan agar tidak membuat malu keluarga kelak.
Namun suamiku mencegah niat buruk itu. Akhirnya dengan terpaksa aku besarkan juga TRISTAN, anakku.

Ditahun kedua setelah TRISTAN dilahirkan, aku dikaruniai seorang anak perempuan cantik yang mungil, ku beri nama ANGEL. Aku sangat menyayangi ANGEL, demikian juga suamiku. Sering kali kami mengajaknya pergi ketaman hiburan, ϑαn membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikiannya dengan TRISTAN. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut.
Suamiku sebenarnya sudah berkali-kali berniat membelikan baju baru untuk TRISTAN, namun aku melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga.
Entah kenapa aku begitu benci melihat TRISTAN, hingga tak sedikitpun aku merasa peduli denganya.

Saat usia ANGEL 2 tahun, suamiku meninggal dunia. TRISTAN ketika itu berusia 4 tahun.
Keluarga kami menjadi semakin miskin, dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya aku mengambil keputusan yang membuatku menyesal seumur hidup.

Aku pergi meninggalkan kampung halamanku bersama ANGEL, ϑαn meninggalkan TRISTAN yang sedang tertidur lelap, kala itu.
Setelah meninggalkan kampung halaman, aku memilih tinggal disebuah rumah kecil, sisa menjual tanah untuk membayar utang aku ϑαn suamiku dulu.

...::: 10 tahun berlalu sejak kejadian itu.
Kini aku telah menikah kembali dengan seorang pria dewasa yang mapan bernama BENI. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima.
Berkat suamiku, aku mampu menghilangkan sifat sifat burukku yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah menjadi lebih sabar ϑαn penyayang.

ANGEL kini telah berumur 12 tahun ϑαn ia kami sekolahkan disebuah sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang TRISTAN, ϑαn tiada lagi yang mengingatkannya.

Sampai suatu malam, aku bermimpi tentang seorang anak.
Wajahnya tampan, namun tampak pucat sekali. Ia melihat kearahku, sambil tersenyum ia berkata :
“Tante... Tante... Kenal mama saya...? Saya rindu sekali dengan Mama...” .

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun aku menahannya,
“Tunggu, sepertinya aku mengenalmu. Siapa namamu anak manis...?”.
“Nama saya TRISTAN, Tante..!” .

“TRISTAN..?! TRISTAN. Ya Tuhan..! Kamu benar-benar TRISTAN..?”.

Aku langsung tersentak terbangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpaku saat itu juga.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dahulu, seperti sebuah film yang diputar dikepala. Baru sekarang aku menyadari betapa jahatnya perbuatanku.

Rasanya seperti ingin mati saat mengingat itu. Rasa bersalah mengahantui jiwa hingga tinggal seinci jarak pisau akan aku goreskan kepergelangan tangan, bayang TRISTAN kembali terlintas dan berkata :
“Mama... Jemput TRISTAN yah Ma... TRISTAN Rindu Mama...” .

Aku tersadar dalam derai jiwa sesalku.
“Tunggu Mama Nak, Mama akan menjemput TRISTAN, Maafkan Mama Nak..”, ucap jiwa sesal ketika itu.

Sore itu juga aku memarkir mobil biruku disamping sebuah gubuk, bersama suamiku yang masih merasa heran dengan sikapku.
Suamiku berkata :
“Maryam, apa yang sebenarnya terjadi..?”.

Sambil menangis terisak-isak aku berkata :
“Suamiku, engkau pasti akan sangat membenciku setelah aku ceritakan hal yang telah ku lakukan dulu”.

Tuhan begitu baik kepadaku memberikan aku suamiku begitu baik ϑαn pengertian.
Setelah tangisku reda, akupun keluar dari mobil diikuti oleh suamiku dari belakang.
Mataku menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dihadapku. Betapa ku ingat, gubuk ini pernah aku tempati beberapa tahun lamanya, ϑαn TRISTAN...! TRISTAN...!.

Aku meninggalkan TRISTAN disana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih akupun berlari menghampiri gubuk tersebut ϑαn membuka pintu yang terbuat dari bambu itu.

Gelap sekali...
Tidak terlihat sesuatu apapun.
Perlahan mataku mulai terbiasa dengan kegelapan ruangan kecil itu.

Namun aku tidak menemukan siapapun juga didalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak dilantai tanah.
Ku amati kain itu.
"Mataku mulai berkaca-kaca".
Aku mengenali betul potongan kain tersebut, itu bekas baju butut yang dulu dikenakan TRISTAN sehari-hari.

Aku bertanya dalam Hati,
“Dimana engkau Nak..? Mama disini, maafkan Mama, Mama ingin menjemputmu Anakku..”.

Dari luar terdengar suara langkah kaki. Aku bergegas mengejar langkah itu. Namun ia bukanlah TRISTAN, ternyata ia adalah seorang wanita tua :
“Heii...!! Siapa kamu..? Mau apa kamu kemari.?”, Tanya Wanita tua itu.

Dengan memberanikan diri aku bertanya kepada nya :
“Ibu.. Apakah ibu kenal dengan seorang anak yang bernama TRISTAN yang dulu tinggal disini..?”.

Tiba-tiba ia menjawab :
“Kalau engkau Ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk..!
Tahukan kamu 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya disini, TRISTAN tiada henti menangis ϑαn memanggil namamu",
“Mama... Mama... Maaa Maa” .

Karena tidak tega saya memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya.
Saya orang miskin ϑαn hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu.
Tiga bulan yang lalu TRISTAN meninggal, ia meninggalkan secarik kertas ini.
Ia belajar menulis selama bertahun-tahun untuk menulis, ini untukmu...! Kata Wanita tua itu sambil menyodorkan secarik kertas itu.

Akupun membaca isi dari tulisan itu :
“Mama... mengapa Mama tidak kembali lagi...? Mama benci yah sama TRISTAN...? Ma... biarlah TRISTAN yang pergi saja, †αªρ¡ Mama harus berjanji kalau Mama tidak akan benci lagi sama TRISTAN. Ma... TRISTAN begitu rindu Mama... TRISTAN begitu sayang Mama...” .

Note :
Bayi tanpa nama, edit nama "TRISTAN".
By : #AB_Story® :::...


...::: (17 Juli 2012) :::... 

Oleh :  Arvin Badar Syabikin   
http://www.facebook.com/arvin.badar 
By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...

Kamis, 05 Juli 2012

Kapan Lagi

Kapan lagi aku bernyanyi.
Alunkan lagu kasih lewat syairku ini padamu.
Aku rindu petikan gitar melody kasih.

Dengarlah sepucuk rinduku dari jauh. 
Ku nyanyikan untukmu. 
Ku selip kelopak mawar menyambut harum rinduku padamu.

Dalam tempurung, kuciptakan bait tersedu.
Bebarengan derai air mata.
Dari sudut kebekuan cintaku padamu.
Aku rindu akan senyum ϑαn manjamu.

Kasih, dengarlah alun melody hati.
Ku dendangkan sajak asmara sejati.
Dari iringan suara melody.
Mengajak aku hanyut kan mimpi semalam. 
 

...::: (5 Juli 2012) :::... 

Oleh :  Arvin Badar Syabikin  
http://www.facebook.com/arvin.badar 

By : @arvinbadar & @AB_Story® :::...